Kamis, 06 April 2017

RESUME 3 PENDEKATAN BEHAVIORAL DAN KOGNITIF SOSIAL


RESUME 3

 PENDEKATAN BEHAVIORAL DAN KOGNITIF SOSIAL


PEMBELAJARAN
     Proses belajar atau pembelajaran adalah fokus utama dalam psikologi pendidikan. Ketika orang ditanya apa fungsi sekolah itu, mereka biasanya akan menjawab “membantu murid untuk belajar.
Apa yang Disebut Belajar dan yang Bukan
     Pembelajaran (learning) dapat didefenisikan sebagai pengaruh permanen atas perilaku, pengetahuan, dan keterampilan berpikir, yang diperoleh dari pengalaman. Tidak semua yang kita tahu itu diperoleh melalui belajar. Kita mewarisi beberapa kemampuan ̶ kemampuan itu ada sejak lahir, tidak dipelajari. Tetapi kebanyakan perilaku manusia tidak diwariskan begitu saja.
     Cakupan pembelajaran itu cukup luas. Pembelajaran melibatkan perlilaku akademik dan non akademik. Pembelajaran berlangsung disekolah dan dimana saja di seputar dunia anak.
Pendekatan untuk Pembelajaran
Telah ada pandangan tentang pendekatan untuk pembelajaran. Diantaranya adalah pendekatan kognitif dan behavioral.
Behavioral Pendekatan pembelajaran pertama yang kita diskusikan pada bagian pertama bab ini adalah behavioral.
Behaviorisme adalah pandangan yang menyatakan bahwa perlaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diamati, bukan dengan proses mental. Menurut kaum behavioris, perilaku adalah segala sesuatu yang kita lakukan dan kita bisa dilihat secara langsung. Proses mental didefenisikan oleh psikolog sebagai pikiran, perasaan, dan motif yang kita alami namun tidak bisa dilihat oleh orang lain.
Pengkondisian klasik dan operan yang merupakan dua pandangan behaioral yang akan segera kita diskusikan, menganut pandangan ini. Kedua pandangan ini menekan pembelajaran asosiatif (associative learning), yang terdiri dari pembelajaran bahwa dua kejadian yang saling terkait (associated).
Kognitif. Psikologi semakin cenderung ke pandangan kognitif selama dekade terakhir abad ke-20 dan penekanan kognitif terus berlanjut sampai sekarang. Ada 4 pendekatan kognitif, kognitif sosial, pemrosesan informasi, konstruktivis kognitif, dan konstruktivis sosial.
PENDEKATAN BEHAVIORAL UNTUK PEMBELAJARAN
Pengkondisian Klasik
Pengkondisian klasik adalah pembelajaran dimana suatu organisme belajar untuk mengaitkan atau mengasosiasikan stimuli. Dalam pengkondisin klastik stimulus netral diasosiasikan dengan stimulus yang bermakna dan menimbulkan kapasitas untuk mengeluarkan respon yang sama.
Cara kerja pengkondisian klasik :
Unconditioned Stimulus (US) adalah  sebuah stimulus yang secara otomatis menghasilkan respons tanpa ada pembelajaran terlebih dahulu.
Unconditioned Response (UR)  adalah respons yang tidak dipelajari yang secara otomatis dihasilkan oleh US.
Conditioned Stimulus (CS) adalah stimulus yang sebelumnya netral yang akhirnya menghasilkan conditioned response setelah diasosiasikan dengan US.
Conditioned Response (CR) adalah response yang dipelajari, yakni response terhadap stimulus yang terkondisikan yag muncul setelah terjadi pasangan US-CS.
Pengkondisian Operan
Pengkondisian operan adalah sebentuk pebelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi.
Penguatan (reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Hukuman (punishment) adalah konsekuensi menurunkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi.
Penguatan boleh menjadi kompleks. Penguatan berarti memperkuat. Penguatan positif, frekuensi response meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). Penguatan negatif, frekuensi response meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan.
ANALISIS PERILAKU TERAPAN DALAM PENDIDIKAN
Analisis perilaku terapan adalah penerapan prinsip pengkondisian operan untuk mengubah manusia.
Ada 3 penggunaan analisis perilaku yang penting dalam bidang pendidikan :
1. Meningkatkan perilaku yang diinginkan
2. Menggunakan dorongan  (prompt)
3. Pembentukan (shapping)
PENDEKATAN KOGNITIF SOSIAL UNTUK PEMBELAJARAN
Teori Kognitif Sosial Bandura
Teori kognitif sosial menyatakan bahwa faktor sosial dan kognitif, dan juga faktor perilaku, memainkan peran penting dalam pembelajaran. Faktor kognitif mungkin berupa ekspektasi murid-murid untuk meraih keberhasilan; faktor sosial mungkin mencakup pengamatan murid terhadap perilaku orangtuanya.
Albert Bandura mengembangkan model determinisme resiprokal yang terdiri dari tiga faktor utama : perilaku, person/kognitif, dan lingkungan.
Pembelajaran Observasional
Pembelajaran observasional juga dinamakan imitasi atau modeling, adalah pembelajaran yang dilakukan ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain.
Model pembelajaran observasional kontemporer Bandura. Sejak eksperimen awalnya, Bandura memfokuskan pada proses spesifik yang terlibat dalam pembelajaran observasional. Proses itu adalah :
·         Atensi
·         Retensi
·         Produksi
·         Motivasi
Pendekatan Perilaku Kognitif dan Regulasi Diri
Dalam pendekatan perilaku kognitif, penekanannya adalah untuk membuat murid-murid memonitor, mengelola, dan mengatur perilaku mereka sendiri, bukan mengontrol mereka melaui faktor eksternal.
Pembelajaran regulasi diri, adalah memunculkan dan memonitor sendiri pikiran, perasaan, dan perilaku untuk mencapai suatu tujuan.
Mengevaluasi Pendekatan Kognitif Sosial
Pendekatan kognitif sosial telah memberi kontribusi penting untuk mendidik anak. Selain mempertahankan aroma ilmiah, aroma ilmiah kaum behavioris dan menekankan pada observasi yang cermat, pendekatan ini juga memperluas penekanan pembelajarannya sampai ke faktor kognitif dan sosial.

RESUME 2 MOTIVASI,PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN



 RESUME 2


MOTIVASI,PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN


Motivasi adalah aspek penting dari pengajaran dan pembelajaran.murid yang tidak punya motivasi tidak akan berusaha keras untuk  belajar.murid yang bermotivasi tinggi senang kesekolah dan menyerap proses  belajar

 Motivasi
Motivasi adalah proses yang memberi semangat,arah dan kegigihan perilaku.artinya perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi,terarah dan bertahan lama.

Perspektif tentang motivasi

  1. Perspektif Behavioral menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menetukan motivasi murid.insentif adalah peristiwa atau stimuli positif atau negatif yang dapat memotivasi perilaku murid
  2. Perspektif Humanitis menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian ,kebebasan untuk memilih nasib mereka dan kualitas positif .perspektif ini berkaitan erat dengan pandangan Abraham Maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskan dahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi
  3. Perspektif Kognitif ,menurut pemikiran ini murid akan memandu motivasi mereka .minat ini berfokus pada ide-ide seperti motivasi internal murid untuk mencapai sesuatu,atribusi mereka (persepsi tentang sebab-sebab kesuksesan dan kegagalan ,terutama persepsi bahwa usaha adalah faktor penting dalam prestasi)

        Perspektif kognitif tentang motivasi sesuai dengan gagasan R.W.White (1959) yang mengusulkan konsep motivasi kompetensi ,yakni ide bahwa orang termotivasi untuk menghadapi lingkungan mereka secara efektif ,menguasai dunia mereka dan memproses informasi secara efisien .white mengatakan bahwa orang melakukan hal-hal tersebut bukan karena kebutuhan biologis tetapi karena orang punya motivasi internal untuk berinteraksi dengan lingkungan secara efektif
·         Perspektif Sosial .kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman.ini membutuhkan pemahaman,pemeliharaan dan pemulihan hubungan personal yang hangat dan akrab

Motivasi untuk meraih sesuatu
·         Motivasi Ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan) .motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh intensif eksternal seperti imbalan dan hukuman.misalnya murid mungkin belajar keras menghadapi ujian untuk mendapatkan nilai yang baik
·         Motivasi Instrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri)
Judy Cameron berpendapat bahwa dalam pendidikan ada keyakinan kuat bahwa hadiah selalu menurunkan motivasi instrinsik murid


Motivasi,hubungan dan konteks sosiokultural

Ø  Motif sosial .

Latar belakang sosial anak akan mempengaruhi kehidupan mereka disekolah.para periset telah menemukan bahwa murid yang menunjukan perilaku yang kompeten secara sosial lebih mungkin unggul secara akademis ketimbang murid yang tidak kompeten.Motif sosial adalah kebutuhan dan keinginan yang dikenal melalui pengalaman dengan dunia sosial

Ø  Hubungan sosial

Hubungan murid dengan orang tua ,teman sebaya ,kawan ,guru dan mentor dan orang lain dapat mempengaruhi prestasi dan motivasi sosial mereka .telah dilakukan riset tentang hubungan antara parenting dengan motivasi murid.studi-studi tersebut mengkaji karakteristik demografis,praktik pengasuhan anak dan provisi pengalaman spesifik dirumah

Ø  Konteks sosiokultural

Sandra graham (1986,1990) telah melakukan sejumblah studi yang bukan hanya mengungkapkan peran status ekonomi yang lebih kuat ketimbang peran etnisitas dalam mempengaruhi prestasi ,tetapi juga mengungkapkan arti penting dari pengkajian motivasi murid etnis minoritas dalam konteks teori motivasi umum
Tantangan utama bagi banyak murid dari etnis minoritas ,khususnya mereka yang dari keluarga miskin adalah soal prasangka rasial,konflik antara nilai kelompok mereka dengan kelompok mayoritas dan kurangnya orang dewasa yang berprestasi tinggi dalam kelompok kultural mereka yang dapat bertindak sebagai model peran positif

Resume 1 PERENCANAAN, INTRUKSI, DAN TEKNOLOGI


Resume 1


PERENCANAAN, INTRUKSI, DAN TEKNOLOGI


Perencanaan

1. Perencanaan Intruksional
Perencanaan adalah aspek penting untuk menjadi guru kompeten (parkay & mass, 2000). Perencanaa instruksional adalah pengembangan atau penyusunan strategi sistematik dan tertata untuk merencanakan pelajaran. Guru sering menentukan seperti apa dan bagaimana mereka mengajar. Banyak kepala sekolah dan pengawasan sekolah meminta guru untuk menulis rencana tertulis dalam beberapa kasus anda mungkin diminta untuk menyerahkan rencana pelajaran anda seminggu sebelum anda mengajar

2. Kerangka Waktu 
Menyusun rencana waktu yang sistematis membutuhkan pengetahuan tentang apa-pa yang perlu dilakukan dan kapan melakukannya, atau perlu fokus pada “tugas” dan “waktu”. Dibawah ini salah satu contoh rencana dan tugas. 

Apa yang Perlu Dilakukan  
1.      Menentukan tujuan instruksional (Apa yang harus saya capai?)
2.      Merencanakan kegiatan (Apa yang harus saya lakukan untuk mencapai tujuan?)
3.      Menentukan Prioritas (Tugas mana yang lebih prnting?)
Waktu Melakukannya
1.      Membuat estimasi waktu (Berapa lama waktu yang dibutuhkan setiap kegiatan?)
2.      Membuat jadwal (Kapan kegiatan akan dilakukan?)
3.      Fleksibel (Bagaimana saya akan menangani situasi yang tak terduga?)




PERENCANAAN DAN INTRUKSI PELAJARAN TEACHER-CENTERED

Dalam pendekatan ini, teacher-centered memakai perencanaan dan intruksi disusun dengan ketat dan guru mengarahkan pembelajaran murid.



Perencanaan Pelajaran Teacher-Centered
Terdapat tiga alat umum di sekolah yang berguna dalam perencanaan teacher-centered, yaitu.


1. Merencanakan Sasaran Behavioral (perilaku).
2. Menganalisa Tugas
3. Menyusun Taksonomi Instruksional


Instruksi Langsung
Instruksi langsung (direct instruction) merupakan pendekatan  teacher-centered yang terstruktur yang dicirikan oleh arahan dan kontrol guru, ekspetasi guru yang tinggi atas kemajuan murid, maksimalisasi waktu yang dihabiskan murid untuk tugas-tugas akademik, dan usaha oleh guru untuk meminimalkan pengaruh negatif terhadap murid.  Fokus instruksi langsung adalah aktivitas akademik, bukan materi non-akademik.
Tujuan penting dari instruksi langsung adalah memaksimalkan waktu belajar murid. Waktu yang dipakai murid dalam mengerjakan tugas-tugas akademik dikelas dinamakan waktu pembelajaran akademik.



Strategi Instruksional Teacher-Centered
Sebelum menyajikan dan menjelaskan materi baru, kerangka pelajaran dan orientasikan murid ke materi tersebut
·         Review aktifitas sehari sebelumnya
·         Diskusikan sasaran pelajaran
·         Beri instruksi yang jelas dan eksplisit tentang tugas yang harus dilakukan
·         Beri ulasan atas pelajaran untuk hari ini
Orientasi dan strukturisasi pada pelajaran itu memengaruhi perbaikan prestadi murid.
Advance organizer adalah aktivitas dan teknik pengarajaran dengan membuat kerangka pelajaran dan mengorientasikan murid pada materi itu diajarankan.
Expository advance organizer adalah pengetahuan baru yang di berikan kepada murid yang akan mengorientasikan mereka ke pelajaran yang akan datang.
Comparative advance organizer adalah memperkenalkan materi baru dengan mengaitkannya dengan apa yang sudah diketahui murid
Pengajaran, penjelasan dan demonstrasi. Pengajaran paparan/ceramah , penjelasan dan demonstrasi adalah aktivitas yang biasa dilaukan guru dalam pendekatan instruksi langsung.
Pertanyaan dan diskusi. Diskusi dan pertanyaan perlu diintegrasikan ke dalam pendekatan instruksi teacher-centered
Mastery learnig. Pembelajaran satu konsep atau topik secara menyeluruh sebelum pindah konsep yang lebih sulit.
Seatwork. Seatwork (“tugas di bangku kelas”) adalah menyuruh semua murid atau sebagian murid untuk belajar sendiri-sendiri atau di bangku mereka.
Pusat pusat pembelajaran adalah alternatif yang baik selain belajar di kelas.



Mengevaluasi Instruksi Teacher-Centered

  • Jadilah perencana yang rapi dan ciptakan sasaran instruksional
  • Selalu berharap agar murid mendapatkan kemajuan dan memastikan agar murid meluangkan mendapat waktu pembelajaran akademik yang memadai
  •  Luangkan waktu untuk memberikan orientasi pelajaran
  • Gunakan metode lecturing
  • Libatkan murid dalam pembelajaran demgan mengembangkan keterampilan mengajukan beberapa pertanyaan
  • Suruh murid untuk mengerjakan seatwork atau tugas lainnya.
  • Beri pekerjaan rumah kepada murid untuk meningkatkan waktu pembelajaran akademik dan libatkan orangtua untuk membantu pembelajaran anak.



PERENCANAAN DAN INSTRUKSI PELAJARAN LEARNER-CENTERED
Prinsip Learner-Centered
     Instruksi dan perencanaan learner-centered adalah para siswa, bukan guru. Meningkatnya minat terhadap prinsip learner-centered dalam perencanaan dan instruksi ini telah menghasilkan  satu set pedoman diberi judul Learner-Centered Psychologycal Principles: A Framework for School Reform and Redesign.
Learner-Centered Principles Work Group percaya bahwa selama dekade yang lalu riset psikologi yang relevan dengan pendidikan telah memberikan banyak informasi, dan meningkatkan pemahaman mengenai aspek kognitif, emosional dan kontekstual dari pembelajaran. Prinsip ini menekankan pembelajaran dan pelajar yang aktif dan reflektif. 


Faktor Kognitif dan Metakognitif

  1.  Sifat proses pembelajaran. Pembelajaran subjek materi yang kompleksakan sangat efektid jika dilakukan dengan melalui proses pengkonstruksian dari informasi dan pengalaman.
  1. Tujuan proses pembelajaran. Pelajar yang sukses, dengan bantuan dari doman instrusional, dapat menciptakan representasi pengetahuan yang bermakna dan koheren.
  1.  Konstruksi pengetahuan. Pelajara yang sukses bisa menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya dengan cara yang mangandung makna tertentu.
  1. Pemikiran strategis. Pelajar yang sukses dapat menciptakan dan menggunakan berbagai strategi pemikran dan penalaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  1. Memikirkan tentang pemikiran(metakognisi). Pelajar yang sukses adalah pelajar metakognitif, mereka merenungkan cara mereka belajar dan berfikir, menentukan kemajuan mereak menuju tujuan pembelajaran yang reasonable.
  1. Konteks pembelajaran. Pembelaran tidak terjadi di ruang hampa. Pembelajaran di pengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kultur, teknologi, dan praktik instruksional

Faktor Motivasi dan Emosional
  •  Pengaruh motivasi dan emosi terhadap pembelajaran. Apa dan seberapa banyak hal-hal yang dipelajari akan mempengaruhi motivasi pelajar.
  • Motivasi intrinsik untuk balajar. Motivasi intrinsik adalah motivasi dari diri sendiri.
  •  Efek motivasi terhadap usaha.  Usaha adalah aspek penting dari motivasi belajar.
  •  Faktor Sosial dan Developmental
  • Pengaruh perkembangan pada pembelajaran. Individu akan belajar dengan baik apabila pembelajarannya sesuai dengan tingkat perkembangan.
  •   Pengaruh sosial terhadarp pembelajaran. Pembelejaran di pengaruhi interaksi sosial, hubungan interpersonal, dan komunikasi adengan orang lain.

Faktor Sosial dan Developmental
  • Pengaruh perkembangan pada pembelajaran. Individu akan belajar dengan baik apabila pembelajarannya sesuai dengan tingkat perkembangan.
  • Pengaruh sosial terhadarp pembelajaran. Pembelejaran di pengaruhi interaksi sosial, hubungan interpersonal, dan komunikasi adengan orang lain.

Faktor Perbedaan Individual 
  • Perbedaan individual dalam pembelajaran. Anak punya strategi berbeda, pendekatan berbeda, dan kemampuan berbeda untuk belajar.
  • Pembelajaran dan diversitas. Pembelajaran akan lebih efektif jika perbedaan bahasa, kultural, dan latar belakang sosial murid ikut dipertimbangkan.
  •  Standar dan penilaian



Beberapa Strategi Instruksional Learner-Centered 
  1. Pembelajaran Berbasis Problem. Pembelajaran berbasis problem menekankan pada pemecahan problem kehidupan nyata. Kurikulum berbasis problem akan memberi problem riil kepada murid, yakni problem yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.    
  1. Pertanyaan Esensial. Pertanyaan esensial adalah pertanyaan yang merefleksikan inti dari kurikulum, hal paling pemting yang harus dieksplorasi dan dipelajari oleh murid. 
  1. Pembelajaran Penemuan. Pembelajaran penemuan adalah pembelajaran di mana murid menyusun pemahaman sendiri. Pembelajaran penemuan berbeda dengan pendekatan instruksi lamgsung, di mana guru menjelaskan secara langsung informasi kepada murid. 


TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN 
Revolusi Teknologi 
Revolusi teknologi adalah  bagian dari masyarakat informasi di mana kita kini hidup. Teknologi telah menjadi bagian dari sekolah selama beberapa dekade, tetapi teknologi masih dipakai secara sederhana dan berubah dengan lamban. 
Internet 
Internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer. Sistem internet berisi ribuan informasi jaringan komputer yang terhubung di seluruh dunja, menyediakan informasi yang tak terhingga yang dapat diakses murid.
  • World Wide Web (WWW) adalah sistem pengambilan informasi hypermedia yang menghubungkan berbagai materi internet; materi ini mencakup teks dan grafis.
  •   Website adalah lokasi individu atau organisai di Internet. 
  •  E-mail adalah singkatan dari electronic mail dan merupakan bagian penting lain dari Internet 
Teknologi dan Diversitas Sosiokultural
Berikut beberapa rekomendasi untuk mencegah atau mengurangi kesenjangan dalam akses dan penggunaan komputer.
Berikut beberapa rekomendasi untuk mencegah atau mengurangi kesenjangan dalam akses dan penggunaan komputer.
Saring materi teknologi untuk menghilangkan bias gender, kultural, dan etnis.  Gunakan teknologi sebagai alat untuk menyediakan kesempatan pembelajaran yang aktif dan konstruktif untuk semua murid dari semua latar belakang. Beri murid informasi tentang pakar dari latar belakang gender dan etnis yang berbeda. Bicaralah dengan orang tua tentang pemberian aktivitas belajar berbasis komputer.